Selamat Datang

Selamat datang di blog baru matakuliah Epidemiologi Penyakit Tumbuhan, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana. Blog ini menggantikan blog sebelumnya dengan nama yang sama tetapi dengan URL dan materi yang berbeda. Tulisan pada blog terdiri atas ringkasan materi pokok bahasan yang diajarkan dalam matakuliah ini. Silahkan mengklik menu Daftar Isi untuk melihat materi seluruh pokok bahasan dan klik menu Smt Genap 2016/2017 untuk memeriksa dosen pengampu, tugas, dan jadwal perkuliahan.

Mahasiswa semester genap 2016/2017 disilahkan melakukan registrasi secara online dengan mengisi FORMULIR REGISTRASI (klik tautan untuk mendaftar) yang tersedia dan bergabung dengan mengikuti Google + dengan cara meletakkan kursor di atas kotak g+ Ikuti pada gadget di bilah kiri dan klik kwmudian kotak di depan tulisan Mahasiswa EPT Smt Genap 2015/2016 untuk memperoleh kabar berita terkini mengenai perkuliahan. Silahkan periksa Daftar Mahasiswa Peserta Kuliah Semester Genap 2016/2017 untuk memastikan bahwa Anda sudah terdaftar. Silahkan unduh bahan ajar dengan mengklik halaman Smt Genap 2016/2017. Kunjungi blog secara rutin dan jelajahi bagian-bagiannya untuk memperoleh berbagai informasi yang diperlukan untuk mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan.

Rabu, 18 Maret 2015

6. Analisis Perkembangan Penyakit Dalam Ruang: Pemencaran Patogen, Gradien Penyakit, dan Pencaran Penyakit dalam Ruang

Epidemiologi penyakit tumbuhan mempelajari perkembangan penyakit dalam waktu dan ruang. Perkembangan penyakit dalam waktu terjadi karena penyakit bertambah dari waktu ke waktu dengan pola, baik pola monosiklik (bunga tunggal) daun polisiklik (bunga majemuk), dengan laju perkembangan yang berbeda-beda. Pola perkembangan penyakit dalam waktu tersebut dapat dianalisis dengan pendekatan pemodelan menggunakan analisis regresi. Pada tulisan ini saya akan menguraikan analisis perkembangan penyakit dalam ruang dengan menggunakan pendekatan yang sama. Sebagaimana pada analisis perkembangan penyakit dalam ruang, saya akan menggunakan add-ins Anaylisis ToolPak pada pada program aplikasi tabel lajur Excel dan program aplikasi statistika R untuk melakukan analisis regresi yang diperlukan.

Minggu, 08 Maret 2015

5. Menganalisis Perkembangan Penyakit dengan Menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana (Bagian 2 dari 2)

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menguraikan cara menganalisis perkembangan penyakit dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Teknik analisis regresi ini mempunyai kelebihan daripada melakukan analisis perkembangan penyakit dengan menggunakan kurva dan menghitung LDBK karena dapat menentukan pola perkembangan penyakit, apakah monosiklik atau polisiklik, dan dapat menentukan laju perkembangan penyakit intrinsik. Pada tulisan sebelumnya tersebut saya menjelaskan cara melakukan analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan program aplikasi tabel lajur Microsoft Excel. Program aplikasi tersebut sebenarnya bukan merupakan program aplikasi analisis statistika. Pada tulisan ini saya akan menjelaskan cara melakukan analisis regresi dengan menggunakan program aplikasi analisis statistika R. Program aplikasi analisis statistika R merupakan program aplikasi akses terbuka sehingga dapat diunduh dan dipasang pada komputer secara gratis.

Sabtu, 28 Februari 2015

5. Menganalisis Perkembangan Penyakit dengan Menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana (Bagian 1 dari 2)

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan cera menggambarkan perkembangan penyakit dengan menggunakan kurva dan menganalisis perkembangan penyakit dengan menghitung LDBK. Saya juga sudah menyiapkan data untuk mengerjakan tugas (Tugas 2) dan telah menyiapkan kegiatan praktikum (Kegiatan Praktikum 1) untuk dilaksanakan dengan bantuan dosen pendamping praktikum. Saya menyajikan tulisan ini untuk dibaca oleh mahasiswa yang setidak-tidaknya telah menyampaikan komentar atau pertanyaan terhadap tulisan sebelumnya dan telah mengerjakan tugas. Mengapa harus demikian? Karena tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya, yang berarti bahwa untuk memahaminya mahasiswa perlu terlebih dahulu telah benar-benar dipahami isi tulisan sebelumnya. Bila masih ragu-ragu, silahkan membaca kembali tulisan sebelumnya dan mengerjakan tugas yang berkaitan dengan tulisan tersebut.

Senin, 23 Februari 2015

4. Menyajikan dan Menganalisis Perkembangan Penyakit Tumbuhan dengan Menggunakan Kurva

Pada tulisan-tulisan sebelumnya, saya sudah menyampaikan bahwa yang menjadi fokus kajian dalam epidemiologi penyakit tumbuhan adalah perubahan. Saya juga sudah menguraikan bahwa penyakit dapat diukur dengan menggunakan ukuran intensitas penyakit yang, bergantung pada karakteristik penyakit yang diukur, dapat digunakan ukuran kejadian atau keparahan penyakit. Dalam kaitan dengan pengukuran penyakit tersebut, fokus perubahan yang menjadi fokus dalam mempelajari epidemiologi penyakit tumbuhan adalah perubahan kejadian atau keparahan penyakit dari satu waktu tertentu ke waktu berikutnya dan dari satu tempat tertentu ke tempat lainnya. Berkaitan dengan itu, pada tulisan ini saya akan menguraikan cara untuk menyajikan dan menganalisis perkembangan penyakit, khususnya perubahan dalam kaitan dengan waktu. Untuk memulai, saya akan menjelaskan terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan perubahan.

Jumat, 20 Februari 2015

3. Gejala dan Tanda sebagai Satuan Pengukuran Populasi Penyakit Tumbuhan

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menguraikan penyakit sebagai proses perubahan populasi. Saya juga sudah menyebutkan gejala penyakit dan tanda patogen sebagai satuan pengukuran populasi penyakit tumbuhan. Gejala penyakit (disease symptom) dan tanda patogen (pathogen sign) merupakan pokok bahasan penting pada matakuliah ilmu penyakit tumbuhan sehingga saya berharap, Anda sudah mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai apa itu gejala penyakit dan apa itu tanda patogen penyakit tumbuhan. Pada tulisan ini saya tidak lagi menguraikan ciri-ciri gejala penyakit dan tanda patogen tersebut, melainkan karakteristik gejala penyakit dan tanda patogen sebagai satuan (unit) untuk dikuantifikasi sebagai ukuran populasi penyakit tumbuhan. Sekedar untuk mengingatkan, terlebih dahulu saya masih akan menguraikan kembali kategori gejala penyakit dan tanda patogen penyakit tumbuhan secara ringkas.

Minggu, 15 Februari 2015

2. Perkembangan Penyakit Tumbuhan sebagai Proses Perubahan Populasi

Pada tulisan sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa epidemiologi penyakit tumbuhan mempelajari perkembangan populasi penyakit tumbuhan dalam ruang dan waktu. Pengertian ini menyiratkan bahwa yang menjadi pokok bahasan dalam epidemiologi penyakit tumbuhan adalah perubahan penyakit, bukan keadaan penyakit pada suatu waktu dan tempat tertentu. Secara lebih rinci lagi, yang menjadi pokok bahasan adalah proses perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu dan dari satu titik ke titik lain pada suatu lahan pertanaman atau suatu kawasan. Tulisan ini menguraikan proses perubahan dalam dua bagian. Bagian pertama menguraikan proses perubahan dalam kaitan dengan daur penyakit dan bagian kedua menguraikan perubahan berkaitan dengan populasi penyakit. Kedua bagian tersebut saling berkaitan satu sama lain karena terjadinya daur penyakit akan mengubah populasi penyakit.

Sabtu, 14 Februari 2015

1. Epidemiologhi Penyakit Tumbuhan: Apa Itu dan Mengapa Perlu Dipelajari?

Saya berharap bahwa Anda yang membaca tulisan ini sudah pernah mengambil dan lulus matakuliah ilmu penyakit tumbuhan. Bila belum mengambil matakuliah tersebut, silahkan terlebih dahulu cari informasi untuk memperoleh pengetahuan dasar mengenai apa itu ilmu penyakit tumbuhan, antara lain dengan membaca tulisan mengenai ilmu penyakit tumbuhan di Wikipedia. Saya menyajikan tulisan ini dengan asumsi bahwa Anda semua telah memahami apa itu ilmu penyakit tulisan sebagai dasar untuk mempelajari epidemiologi penyakit tumbuhan. Tulisan ini saya susun untuk mengantarkan Anda semua mempelajari matakuliah baru tersebut, yang dapat dipandang sebagai lanjutan matakuliah ilmu penyakit tumbuhan.